Saturday, January 25, 2014

E-health

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memainkan peran penting dalam  mendukung kehidupan sehari-hari, termasuk didalamnya pada bidang kesehatan. Pemanfaatan TIK untuk kesehatan (e-Health) telah menjadi isu global dan merupakan salah satu Rencana Aksi WSIS (World Summit on the Information Society) Geneva 2003 untuk menghubungkan pusat kesehatan dan rumah sakit menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, demikian dikatakan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar saat pembukaan Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia, e-Indonesia Initiatives di BPPT (28/03).

Lebih lanjut Marzan menjelaskan bahwa e-Health merupakan aplikasi berbasis TIK yang berkaitan dengan industri pelayanan kesehatan serta bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, serta kualitas proses medis. Karena proses medis ini selain melibatkan organisasi pelayanan medis di rumah sakit, klinik, puskesmas, praktisi medis baik dokter maupun terapis, laboratorium, apotek, asuransi juga melibatkan pasien sebagai konsumen.
Saat ini masih banyak kendala yang menyebabkan kualitas layanan kesehatan belum optimal. Diantaranya disebabkan oleh letak geografis, ketidakseimbangan alokasi sumber daya serta adanya perbedaan tingkat pendidikan. Hal lain adalah belum optimalnya pemanfaatan TIK yang digunakan untuk layanan kesehatan. Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi pemanfaatan TIK diantara stakeholders untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara nasional. Pada tahun 2011 dan 2012, kita memasuki era penggunaan KTP elektronik dengan menggunakan chip yang dapat menyimpan data di dalamnya. Pemanfaatan e-KTP dapat diperluas  menjadi multi fungsi termasuk untuk layanan e-Health, jelasnya.
Guna menjamin kesinambungan layanan e-Health secara nasional, Marzan menegaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain penyempurnaan regulasi terkait implementasi e-Health, penetapan roadmap e-Health nasional menggunakan open standard dalam implementasinya agar memudahkan dalam melakukan proses integrasi dan pengembangan lanjutan, peningkatan kepedulian keamanan, meyusun dan menerapkan tata kelola TIK (ITGovernance) termasuk pengawasan dan auditnya.
Keseluruhan kegiatan perekayasaan di BPPT berusaha menitikberatkan pada program dan kegiatan yang mampu menjawab permasalahan nasional. BPPT terus berupaya menjadi mitra strategis bagi sesama instansi pemerintah maupun industri untuk dapat menjawab permasalahan yang dihadapi, termasuk pengembangane-Health di Indonesia. BPPT siap membantu Kementerian Kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun e-Health ini, tutup Marzan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Forum e-II Suhono Harso Supangkat mengatakan untuk membuat Indonesia yang lebih baik dan sejahtera dengan keberadaan teknologi, maka salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan e-II.  Beberapa deklarasi yang dihasilkan dari e-II ini diantaranya Indonesia harus mampu meningkatkan lokal konten untuk TKDN. Juga bagaimana kita mentransformasikan secara kontekstual ke masyarakat dari yang tidak menggunakan IT menjadi menggunakan IT baik untuk membantu masalah kesehatan, pendidikan, komersial, maupungovernment. Tahun 2010 lalu, e-II fokus pada bidang cloud computing sebagai upaya untuk melakukan efesiensi TIK baik di infrastruktur jaringan maupun infratruktur aplikasi. Semoga melalui acara tersebut dapat memberikan masukan, gerakan atau tindakan untuk menjadikan Indonesia lebih sehat, cerdas dan sejahtera, lanjutnya.
Hadir pada acara tersebut Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM, Unggul Priyanto, Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Listyani Wijayanti, Direktur PTIK BPPT, Hammam Riza, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Sutoto, Walikota Pekalongan, Basyir Ahmad serta I Gusti Bagus Baskara Nugraha dari Indihealth.  
Acara  yang bertema e-Health Menuju Pelayanan Kesehatan Indonesia yang Berorientasi Pengguna tersebut diselenggarakan oleh Forum e-Indonesia Initiatives, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB serta didukung oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. (SYRA/humas)


sumber :
http://www.bppt.go.id/index.php/home/63-kebijakan-teknologi/1258-bit-akan-selenggarakan-workshop-technopreneurship

Judi...

          Judi memang mengerikan... dengan memanfaatkan sifat dasar manusia yang serakah, Judi ini sering membuat manusia terlena dan masuk ke dalam lingkaran setan. Maka dari itu, banyak Agama melarang atau menyuruh untuk menghindari judi.
          Walaupun agama melarang, banyak negara yang memberi peluang bagi judi untuk berkembang. Seperti yang dikatakan Pak Nolang Fanani dalam lecture-nya, Bahkan negara mayoritas muslim seperti Malaysia mengizinkan judi. Ternyata tidak hanya di Malaysia, di negara kita sendiri peraturannya masih membingungkan. UU No.7 tahun 1974 Jo. pasal 303 KUHP yang mengatur tentang “judi” bisa diberi izin oleh yang berwenang, disisi lain bertentangan dengan aturan pelaksanaannya, yaitu PPRI No.9 tahun 1981, yang melarang “judi” (memberi izin) perjudian dengan segala bentuknya. Memang secara azas teori hukum, PPRI No.9 tahun 1981 tersebut dengan sendirinya batal demi hukum, karena bertentangan dengan peraturan yang di atasnya. Ini berarti masih ada kemungkinan pemerintah memberi izin untuk mendirikan kasino. mmm selepas dari itu mungkin tidak akan bisa dirikan bangunan kasino di bumi Indonesia mengingat rakyat Indonesia yang begitu tanggap lingkungan dan selalu iklas berpartisipasi menegakkan "kebenaran". Sebut saja FPI.. hihiihi.. baru mau minta izin mendirikan aja pasti udah diobrak-abrik tu sama FPI. Tetapi bagaimana bila kasino-kasino ini antara ada dan tiada...?
          Coba lihat adds sekarang ini, banyak sekali yang menawarkan judi, seperti taruhan bola, poker, bahkan ada yang sangat kompleks seperti kasino. Kepolisian memang tidak tinggal diam menanggapi perkembangan zaman ini. Pada tanggal 18 Desember 2013 kemarin, polisi mengungkap kasus bandar Judi o
nline yang omsetnya mencapai Rp 10 juta per hari. Polisi memang tindak tegas pelaku Judi baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Direktur Pidsus Brigjen Arief Sulistyanto menegaskan, "Judi online selalu kita tindak tapi memang seperti jamur di musim hujan. Kita tangkap satu, pelaku lainnya muncul lagi. Coba saja klik 303 (pasal yang mengatur judi di KUHP) di internet maka akan banyak ketemu. Saat ini kita menindak 141 situs judi online." Dari 141 situs ini, Arief melanjutkan, ada 146 rekening bank yang terkait yang digunakan pengelola situs untuk menampung uang yang disetor peserta judi. "146 rekening itu 53 dibuka di Bank Mandiri, 87 di Bank BCA, dan 6 rekening di BNI. Total saldo di kesemua rekening itu adalah Rp 8,8 miliar yang kemudian berdasarkan Perma 1/2013 telah kita blokir dan sita," tambah Arief. Mmmmm... bagus kebijakan-nya pak Polisi.. 
Tetapi mereka kan tidak bodoh, kita seharusnya bisa lebih canggih lagi IT-nya supaya dapat menindak lajuti lebih banyak pelanggar. Ini juga PR bagi generasi penerus Indonesia yang punya minat di dunia IT untuk belajar lebih giat dan terus memajukan IT Indonesia. Semoga Tuhan meluaskan pengetahuan kita. Salam Indonesia Jaya.


Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598 Nama Dosen : Onno W. Purbo Kampus  : Surya Unversity



sumber :
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt506967a9b1ed2/apa-hukuman-maksimal-bagi-pelaku-judi-bola-online

http://www.beritasatu.com/hukum-kriminalitas/158077-polisi-ungkap-judi-online-beromzet-10-juta-sehari.html

http://www.beritahukum.com/detail_berita.php?judul=Bandar+Judi+Online+Jaringan+Internasional+Ditangkap&subjudul=Judi%20Online#.UuPortKwrIU

http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_7_Tahun_1974

http://hukum.unsrat.ac.id/pp/pp_9_81.htm

E-Commerce wajib Pajak..?

          Sebenarnya dari tahun 2001, sudah banyak yang menyadari celah untuk menghindari pajak dengan e-commerce. Terlihat dari berita di (http://goo.gl/z0Fr9Q), di dalam berita tersebut banyak membahas tentang kelemahan hukum perpajakan e-commerce di Indonesia.

          Pada 4 September 2013 kemarin, Direktorat Jendral Pajak menyuarakan ancang-ancang mereka untuk menerapkan wajib pajak bagi para pengusaha pelaku e-commerce di halaman resmi-nya. Walaupun tertinggal setahun dengan negara tetangga Malaysia yang sudah mengeluarkan regulasi pada 3 Januari 2013 lalu.[1] Menurut saya, ini merupakan langkah yang tepat dari Ditjen Pajak kita mengingat semakin pesatnya perkembangan e-commerce yang semakin hari semakin banyak transaksi melalui internetRiset Ideasource memperkirakan, nilai transaksi bisnis e-commerce pada tahun 2014 ini akan mencapai US$ 776 juta atau sekitar Rp 9 triliun, sedangkan lembaga riset pemasaran eMarketer memprediksi nilai transaksinya akan mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 31 triliun.[2] Super sekali, bukan? Jika transaksi-transaksi ini bisa dikenai wajib pajak secara adil, dan merata, maka ini akan menjadi pemasukan yang cukup besar bagi Negara Indonesia. makin besar pemasukan ke kas makin besar pula APBN buat pendidikan.(semoga saja)

          Dalam acara Seminar Pajak Mengenai Transaksi E-commerce September 2013 kemarin,  Direktur Transportasi Proses Bisnis Ditjen Pajak, Wahyu Tumakaka menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 4 jenis e-commerce, yaitu Online Marketplace, Classified ads, Daily Deals dan Online Retails. Keempat model transaksi online inilah yang mungkin bakal menjadi target sasaran wajib pajak. Beliau juga menyebutkan bahwa untuk sekarang ini masih banyak pelaku e-commerce belum terdaftar wajib pajak. Jadi, yang punya usaha degan model transaksi seperti di atas siap-siap ya. Mau meminta hak, jangan lupa penuhi kewajibannya dulu.(hihihi cuma Indonesia yang begini) XD


          Di lain pihak, ada juga lho yang kontra dengan kebijakan yang akan diambil Ditjen Pajak kita. Mereka berpendapat bahwa akan sulit untuk mendirikan keadilan dan kesetaraan di dunia maya, sebab bagaimana bisa kita memonitori semua transaksi di dunia maya dan menerapkan wajib pajak. Misal, ada yang jual-beli helm dengan model transaksi lewat status saja di Facebook. Dan orang tersebut mempunyai omset 17 juta per bulan. apakah bakal bisa terdeteksi? dan juga di dunia e-commerce terdapat banyak sekali metode transaksi online. bagaimana menjawab permasalahan ini? hehehe kalau menurut saya, sulit bukan berarti tidak bisa, pasti ada jalan. Buktinya sudah banyak negara yang berhasil menerapkan pajak pada e-commerce. UK, AS, bahkan Malaysia. O.o
          Walaupun berbeda pendapat, walaupun ada pro dan kontra, walaupun saling beradu argumen, tetaplah jaga perdamaian. Jangan anarkis, jangan destruktif. Boleh beradu argumen sampe naik-naik meja. Tapi tetap tidak boleh ngotot dengan pendapat sendiri. Merasa paling benar tanpa menganggap yang lain salah itu lebih baik daripada merasa benar dan menganggap yang lain salah. Semoga Tuhan meluaskan pengetahuan kita. Salam Indonesia Jaya!!



Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598 Nama Dosen : Onno W. Purbo Kampus  : Surya Unversity

Sumber :
[1] http://www.hasil.gov.my/pdf/pdfam/GUIDELINES_ON_TAXATION_OF_ELECTRONIC_COMMERCE.pdf
[2] http://www.investor.co.id/home/2014-tahun-kebangkitan-e-commerce-indonesia/74271 
[  ] http://www.cartoonresource.com

Monopoli.. Monopoli.. Monopoli...

          Zaman dahulu, VOC menggunakan monopoli untuk menguasai perdagangan di Nusantara, seperti yang dilakukan Windows di Indonesia. Orang Indonesia kalau bisa komputer sebagian besar pertama kali pasti menggunakan OS windows. Memang, monopoli adalah salh satu trik efektif untuk menguasai suatu perdagangan. Ternyata ada lagi nih, coba tanya sama orang yang berjalan di jalan, "kalau nonton video online streaming biasanya pake aplikasi apaan?", sebagian besar pasti menjawab "YouTube".

          YouTube memang sudah menguasai pasar Indonesia. Dari data yang saya dapat, [1] dalam sebulan terdapat lebih dari sejuta pengunjung YouTube. Sekitar 6 miliar jam video di YouTube  ditonton perbulannya. Fantastis bukan? Ternyata sebelum saya menyadari ini, perusahaan pesaing lain mulai melirik peluang pasar di Indonesia. Apps Foundry meliris SCOOP Vee. SCOOP Vee adalah sebuah aplikasi Video on Demand (VoD & TVoD), serta live streaming channel TV yang hadir dengan kualitas ciamik, untuk memastikan pengalaman baik dari para penggunannya. Tidak seperti yang YouTube, SCOOP Vee lebih menekankan pada konten-konten lokal-nya. Justin Lim, selaku product manager SCOOP Vee mengatakan, bahwa tidak banyak aplikasi yang menawarkan konten lokal hari-hari ini. Berangkat dari hal tersebut, SCOOP Vee hadir untuk memenuhi kebutuhan para pengguna terkait konten lokal maupun asing. “Dalam beberapa bulan ke depan kami akan mengumumkan lebih banyak lagi kerja sama dengan berbagai penyedia konten yang ada, sambil menyelami ragam kategori lainnya untuk memperkaya konten yang ada di sini.”[2]



          Kelebihan lain dari SCOOP Vee adalah kemampuannya membaca kegemaran pengguna. Seiring berjalannya kegiatan penggguna dengan SCOOP Vee, ia akan merekomendasikan konten-konten lainnya yang memang disukai oleh pengguna. Terhitung, sudah ada beberapa serial menarik yang ada di SCOOP Vee seperti “Malam Minggu Miko”, “Ala Ryan” dan “Bab yang Hilang”. Selain itu, KOMPAS TV dan Fashion TV sendiri sudah jadi bagian dari live streaming TV channel yang bisa Anda nikmati lewat aplikasi ini.[2]




          Sayangnya untuk saat ini, SCOOP Vee baru tersedia buat iPad. Semoga lekas berkembang dan sanggup menyaingi YouTube di Nusantara, sehingga semakin banyak pilihan untuk para konsumen di Indonesia. (sedih gak sih jadi konsumen mulu..? setidaknya kita memproduksi apa yang bisa kita produksi.. tetap semangat menulis..!! salam Indonesia Jaya)
:D








Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598 Nama Dosen : Onno W. Purbo Kampus  : Surya Unversity


Sumber :

[1] http://gaptekmu.blogspot.com/2014/01/scoop-vee-aplikasi-video-pesaing.html
[2] http://www.makemac.com/scoop-vee/

Wednesday, January 22, 2014

Open-Source 3D Animating, dan Blender Army

          Menanggapi pertanyaan-pertanyaan di post pertama yang sebagian besar bertanya tentang 3D animating, saya akan membahas seputar 3D animating. Lebih spesifiknya saya akan membahas tentang open-source 3D animating karena saya miskin dan tak bisa beli yang berbayar(makan aja masih ikut orang tua T.T). Tetapi bukan hanya karena tidak punya uang, Open-source 3D animating tidak kalah kemampuannya dengan yang berbayar seperti Maya atau 3DxMax. Sebelum lebih jauh, jangan-jangan banyak yang belum tahu 3D animating program yang open-source itu apa saja. Ada beberapa, tetapi yang se-powerful dengan Maya  itu adalah..... jejejejejjeejjejeejreeeng.... Blender(Sedih sebenernya membahas mimpi yang tertunda).

Sejarah Blender [1]

          Pada tahun 1988, Studio animasi NeoGeo didirikan di Belanda. Seiring dengan bergantinya tahun NeoGeo tumbuh menjadi perusahaan Studio Animasi terbesar di Eropa. Di tahun 1995, NeoGeo berhasil mengembangkan software untuk membuat animasi yang kita kenal sekarang dengan Blender. Awalnya Blender hanya boleh digunakan oleh NeoGeo saja. Tetapi, Ton Roosendaal, co-founder NeoGeo dan juga yang bertanggung jawab di bagian software development itu, mempunyai pemikiran bagaimana jika Blender dibuka untuk umum saja. Dengan tekat bulat, Ton mendirikan perusahaan baru bernama Not a Numbar (NaN) pada tahun 1998. NaN bertujuan untuk membikin Close platform 3D creation suite yang gratis..tis alias gak berbayar. nah,  sejak saat itu Blender tumbuh menjadi software 3D yang ciamik. Semakin hari semakin banyak pengguna dan fans dari software gratisan ini. Makin hari pula makin powerful tools-nya.

Blender Army Indonesia...?!

          Teman kampung saya pernah bilang,(waktu itu habis nonton Final Fantasy yang ke sekian " Animasi orang sono  apik-apik yo(bagus-bagus,ya), Indonesia kacau. Mana.. ono  po ra Tukang gawe animasi?(ada tidak animator di Indonesia). Waktu itu saya masih polos jadi saya hanya diam dan ngangguk-ngangguk. Kalau saja waktu itu saya sudah tahu Blender, bakal saya bantai teman saya sambil teriak "Jaya Indonesia.. Jaya Animasi Indonesia". Sekian saja basa-basinya. hehehe
          Blender Army. Denger namanya kayak militan gitu ya. Haha.. inilah para pejuang yang dengan senang hati dan iklas mengorbankan waktu mereka untuk kreativitas dan animasi Indonesia. Animator-animator ini tersebar di Indonesia yang paling banyak ngumpul di Pulau jawa[saya sebenarnya sedih mendengarnya, kenapa saudara kita yang di pulau lain tak sebanyak di pulau jawa..:'(....   ]. Animator ini, membuat perkumpulan-perkumpulan sesuai regional supaya mempermudah berkumpul, dan membahas atau berbagi informasi seputar animasi khususnya Blender. Yang saya tahu, ada Blender Army Regional Semarang, dan Blender Army Regional Surabaya. mungkin masih banyak tetapi saya belum tahu karena belum sempet kenal sama temen2 animator saya harus menggagalkan mimpi saya itu. huhuuhuuhu.... T.T

                nih, bukti keberadaan Blender Army Indonesia... ;)
          
          Blender Army ini gak cuma ada doang lho..!! Mereka sudah banyak yang menghasilkan karya. contohnya  Dream (http://www.youtube.com/watch?v=52Jk1WyR-S0), dan animasi goyang caesar (http://www.youtube.com/watch?v=LO2TunKR71k). Mereka-mereka ini juga ada yang sudah punya Studio animasi juga lho. Contohnya FLiP. XD. Dulu saya pengen memulai karir disana. (tapi, belum sempat saya bisa bahkan mahir, lalu... hik..hik.. hik...T.T). FLiP ini adalah Studio Animasi yang juga sering memberikan pelatihan animasi. FLiP juga produktif menghasilkan banyak buku dan video tutorial animasi. Kontribusinya terhadap animasi Indonesia kerasa deh poko'nya!!. XD


          Sekedar menekankan saja. Jangan bilang Indonesia gak bisa maju. Sulit bukan berarti tidak bisa. Bila kau tak bisa terbang, berlarilah. Bila kau tak bisa berlari, berjalanlah. Bila kau tak bisa berjalan, merangkaklah. Apa pun yang kamu lakukan, tetaplah maju ke depan. Martin Luther king Jr. :D
Semoga Tuhan meluaskan pengetahuan kita.  :D


Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598 Nama Dosen : Onno W. Purbo Kampus  : Surya Unversity



sumber :
[1] http://wiki.blender.org/index.php/Doc:2.4/Manual/Introduction/History

Friday, January 17, 2014

KBBI-online dan Manfaatnya Bagi Masyarakat


          Mmmm.. Sekedar curhat sedikit. Kemarin, saat tiba-tiba tugas mendadak flooding, terpaksa saya mencicil satu persatu demi mengurangi tumpukan tugas tersebut. Satu demi satu dari yang paling mudah akhirnya dapat saya atasi. Tetapi saya mengalami sedikit kendala waktu ngerjain tugas BI. Beberapa kalimat ada yang tak bisa saya mengerti makna dan bentuk dasarnya. Sehingga saya butuh KBBI. Kendalanya di sini, posisi saya di kosan, dan itu sangat jauh dari perpus kampus yang masih baru. Saya juga belum tahu mana perpus kota Tangerang. Jadi, Iseng -iseng saya googling dan tada.. http://kbbi.web.id muncul bagai hujan setelah 1 abad kemarau. Selesai itu, aku terpikir. umm "Sekali daciduk dua ikan aku dapat" aku jadi punya ide bikin post tentang manfaat KBBI online. oke.. ehkm.. saya mulai.

Sejarah KBBI-online

          KBBI online pertama kali dibuat oleh Heru Minandar, sarjana teknik sipil Universitas Undayana, bali. Ternyata, ada kisah menarik dari sejarah KBBI-online.
Mari kita simak.
(Jawa pos, 20 mei 2008) dalam http://radiobuku.com/2010/08/heru-minandar-pencipta-kamus-bahasa-indonesia-online-pertama/.
"...
          Suatu malam pada November 2007, Ghina Aurilia, putrinya yang duduk di bangku kelas 4 SD, merengek karena PR bahasa Indonesia-nya belum juga selesai.
          Tugasnya sederhana, mengartikan lima kata yang sebenarnya sudah populer di telinga. Tapi, karena betul-betul tidak mengerti, Heru sempat kelimpungan. Padahal, tugas sang anak harus dikumpulkan besok paginya.
          “Saya dibuat bingung permintaan putri saya. Seandainya pagi, mungkin bisa beli kamus. Tapi, hari itu sudah malam,” ungkap Heru kepada Lombok Post (Grup Jawa Pos) di rumahnya di Karang Tumbuk, Selagalas, Mataram.
          Sebagai seorang penjelajah internet, pilihan Heru jatuh pada dunia maya. Dia berpikir, semua hal yang ditanyakan pasti ada jawabannya di internet. Apalagi sekadar beberapa kata. Pilihan awalnya, dia mencoba browsing situs-situs pendidikan yang ada. Namun, hasilnya nihil. Tak ada satu pun yang menyediakan fasilitas pencarian arti kata. Bahkan, di situs Pusat Studi Bahasa pun, dia tak menemukan kata tersebut.
          Lebih dari dua jam dia menelusuri dunia maya tersebut. Kata yang dicari memang ditemukan, tapi tidak ada satu pun yang menguraikan arti kata tersebut. Untuk menepis kekecewaan putrinya, dia meraba-raba arti kata tersebut. “Saya lupa kata yang ditanyakan. Saya hanya ingat kata lapangan. Malam itu, saya reka-reka saja dulu artinya. Yang penting putri saya puas,” ujarnya lalu tertawa.
          Namun, dua jam memelototi layar laptop, tak sepenuhnya hasil nihil didapatkan Heru. Dalam penelusurannya, ayah dua putri itu justru menemukan milis-milis yang mempertanyakan tidak adanya situs kamus bahasa Indonesia. Tampaknya, Heru bukan orang pertama. Banyak rekan pengguna internet lainnya yang terpaksa gigit jari ketika mencari arti sebuah kata dalam bahasa Indonesia.
          “Seandainya tidak ada tugas putri saya malam itu, sampai sekarang saya mungkin tidak pernah tahu bahwa ternyata kita tidak memiliki situs bahasa,” ujarnya.
          Keesokannya, pria yang bekerja di perusahaan Internet Service Provider (ISP) Cakrawala Multimedia Mataram tersebut langsung membeli kamus bahasa Indonesia. Tujuannya hanya satu, membuat situs kamus bahasa Indonesia. “Paginya, saya langsung membuat situs www.kbbi.web.id,” tegas suami Eka Erawati tersebut. Kbbi adalah kependekan dari kamus bersama bahasa Indonesia.
          Karena bukan ahli bahasa, kata-kata yang dimasukkan dalam situs dia ambil dari kamus besar bahasa Indonesia. Situs awal yang dibuat hanya memuat 181 kata. Setelah menggeluti beberapa lama, tampaknya, aktivitas baru tersebut menarik. Kembali dia merancang situs baru dengan hosting yang lebih besar.
Saat ini, sudah ada 1.417 kata yang dimuat dalam kamus online-nya tersebut. Untuk mengisi kata-kata itu, Heru melakukannya saat waktu senggang atau istirahat. Kata yang dimasukkan pun tidak banyak. Sehari kadang tak lebih dari 10 kata. “Saya tidak memaksakan untuk menulis semua. Kadang saya hanya masukkan lima kata,” ungkapnya.
          Walau situs yang dibuat diakui masih jauh dari sempurna, banyak kalangan yang mendukung. Dalam milis yang dikirim, pengunjung situs kebanyakan meminta untuk dipenuhkan. Milis-milis tersebut makin membangkitkan semangat Heru.
          Tapi, kesibukan membuat dirinya tak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Karena itu, dia memberikan kesempatan kepada member situsnya untuk menambah kosa kata. “Ada yang rutin ngirim tiap hari. Sampai sekarang saya tidak tahu orangnya,” katanya.
          Melihat banyaknya pengujung dan dukungan, terakhir mencapai 1.558 pengunjung, Heru mencoba melebarkan perannya. Setelah mengembangkan kamus bahasa Indonesia online, saat ini dia menyiapkan kamus bahasa daerah, tentunya juga secara online. Kreasinya bisa dilihat di www.basesasak.web.id.
Kamus online tersebut memang baru dikembangkan dan dia mengaku lebih sulit menyusunnya. Sebab, Heru yang berdarah Jawa tersebut tidak lancar berbahasa Sasak. Pun ketika meminta bantuan, sudah banyak kritik. “Katanya sulit untuk bahasa daerah. Banyak variasinya. Daerah ini lain dari derah sebelahnya. Tapi, saya rasa ini gampang saja, tinggal kita buat arti dalam semua dialek. Tinggal pemerintahnya serius atau tidak,” ungkapnya meniru pejabat yang pernah dia hubungi.
          Kini, di sela kesibukan, Heru tiap hari terus mengembangkan karya yang telah dirintis. Dia berharap banyak pihak yang membantu. Tapi, daripada menunggu bantuan, mungkin sudah banyak bahasa yang hilang.
....."

Manfaat dan efek sampingnya KBBI-online

          Isn't it obivious? hehe.. Tentunya :

  1. membantu masyarakat yang kesulitan mencari KBBI, (seperti pengalaman saya yang tadi)
  2. mempermudah pencarian makna suatu kata, (gak perlu bolak-balik halaman buku, kan tinggal ketik kata>>enter.. nongol tu maknanya)
  3. mengurangi kepadatan jalan, ( bayangkan ada 1000 orang yang membutuhkan KBBI dan mereka semua berbondong-bondong ke perpus kota menggunakan mobil yang tiap mobil berisi 1 orang.)
  4. go green. ( dengan menggunakan KBBI-online, lebih sedikit yang beli kamus BI, lalu akan lebih sedikit pula kamus BI yang dibuat, lalu lebih sedikit pula kertas yang dibutuhkan, dan akhirnya lebih sedikit pula pohon yang ditebang)


          efek sampingnya :

  1. Penyedia jasa percetakan terpaksa sedikit berkurang penghasilannya.(yah gimana lagi, harus ada pengorbanan untuk sesuatu)
  2. Perpus jadi sepi.(emang perpus pernah rame kayak mall. //eh..)


saya tulis lebih banyak manfaatnya karena saya Pro-KBBI-online.. dan sebaliknya, saya tulis lebih sedikit efek sampingnya karena saya pro-KBBI-online. hehehe...
Sekian dan terimakasih udah baca... :D tunggu postingan selanjutnya ya..


Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598 Nama Dosen : Onno W. Purbo Kampus  : Surya Unversity




(pertanyaan, komentar, dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penulis.. :D..)

Thursday, January 9, 2014

Game di Mata Orang Tua

          "Eh.. kak.. Emang apa sih enaknya main game..? tu kamu sampe mulet sana mulet sini, mata sampe kayak panda, badan jadi kurus. mending buat belajar sono.. tibang gitu-gitu mulu gak ada kemajuan.. mundur mulu.." dengan nada sinis Nyokap ngomong sambil ngoreksi ujian murid-muridnya tanpa menoleh ke tempatku, tanda sudah bosen ngasih tahu. dan aku cuekin seperti biasanya demi keselamatan diri dari amarahnya, walau begitu tapi batinku berbicara"ibu tak kan pernah tahu asyiknya ngegame kalo ibu belom pernah ketagihan game". kejadian itu sekitar 3-4 th yang lalu ketika aku masih tergila-gila dengan game online. Jujur sih dulu waktu aku lagi gila game emang udah keterlaluan.Tapi sekarang udah tobat kok, walaupun kadang kumat.
          Game merupakan aplikasi yang berkembang dengan cepat sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Game ini tidak akan lepas dari yang namanya Teknologi Informasi. Kalo ada Game ya pasti ada TI-nya. Itulah yang membedakan Game sebagai permainan dunia digital dengan permainan dunia analog.
Bagi sebagian besar orang tua, yang menurut pengamatan saya hanya dua dari sepuluh orang tua teman saya yang membiarkan anaknya bermain game sesuka hati. Dan hampir tidak ada yang berpendapat positif ketika diminta pendapatnya tentang game. Pendapat mereka yang sering saya dengar adalah game itu bikin anak males blajar, game itu bikin bodo,game itu sia-sia, game itu nghabisin duit doang, game itu bikin ndakik(ketagihan), game itu bikin lupa waktu. sebagai pencicip game saya sebenarnya merasa sedih ketika mendengar semua keluhan mereka tentang betapa najisnya game itu dimata mereka. Saya bersedih karena sebenarnya beberapa game developer itu berhati mulia dan ada banyak game yang memberikan efek positif.
Sekarang ini banyak sekali game developer yang sudah mendengar dan menyadari serta memahami pedapat-pendapat negatif para ortu tadi, khususnya masalah game bikin bodo dan males belajar. Ini terlihat dari mulai banyaknya game yang dalam permainannya sedikit demi sedikit disisipkan materi-materi pelajaran seperti sejarah(Rise of Nation), fisika(Cut The Rope, Max And The Magic Marker), tata kota (Sim city) dan masih banyak contoh lain yang bisa Anda amati sendiri setelah mencobanya. Walaupun banyak mainnya tapikan paling tidak waktu bermain game setidaknya dia belajar. Tapi, tidak hanya yang sedikit sedikit materi yang diberikan, ada yang secara extreem diberikan seperti Brain game(matematik, memori, dan logika), Mari Membaca Al-Qur'an(berisi pelajaran membaca Al-Qur'an), dan pianotime(melatih bermain piano). Dengan begini kan sambil minum air kita menyelam. ato Bobo bilang " bermain dan belajar".
          Untuk masalah yang katanya nghabisin duit doang itu tak sepenuhnya benar. Buktinya temenku SMA ada yang sanggup beli Figma(sejenis miniatur tokoh anime, yang ngefans berat sama karakter anime pasti tahu apa itu Figma) yang harganya gak murah dari jerit senangnya ngegame. dia bilang salah satunya ada yang harganya 1 jt dan waktu itu keinjek dan rusak. Dia ngomongnya dengan gaya enteng gitu. kayak uang 1 jt gak ada maknanya. weh weh.. keinget film Top secret.. dari gamer jadi billionaire. walaupun dia tak begitu cemerlang di kelas yang diakibatkan dia tak fokus dan lebih sedikit fokus ke ngegame dan bisnis gamenya, dia membuktikan kemampuannya dalam jual beli akun dan eksis sebagai gamer yang produktif. Sebenernya, gak cuma itu sih. Sodara ku ada yang doyan banget sama game online. dia sering banget beli voucher. tapi dia sedikit pintar. Kenapa? dia ngumpulin semua temen -temen nya yang satu selera dengan dia. trus dia borong tu voucher. alhasil tada.. jadilah dia dapet voucher gratisan, yang dengan kalimat lain temen-temennya yang kurang pinter sedikit dari dia membiayai dia tuk ngegame.
          Kalo pendapat ortu yang menyangkut game bikin ketagihan dan lupa waktu, itu jawabannya ada pada kontrol diri masing-masing gamer. Yang ujung-ujungnya Orang Tua harus mampu mengarahkan hasrat ingin main game anak yang meluap-luap menuju ke arah yang positif. gak sedikit kok temen-temen yang punya
kontrol diri yang bagus. ada yang kalo main game online hampir 1/3 hari, secara insting berhenti main game setelah beberapa hari mendekati Ujian akhir atau Ujian tengah karena eyangnya bakal ngamuk berat kalo dia dapet jelek Uas Uts nya. Ada yang main game cuma 5 jam seminggu pada hari minggu karena kalo ngegame kan harus ke warnet karena gak punya koneksi yang memadahi dan dia dilimit uang jajannya sehingga dia harus ngumpulin tu duit yang sedikit selama seminggu buat ngegame sepuasnya pada hari minggunya. Maka dari itu disinilah orang tua berperan. Cari tahu kelemahan anak, masak orang tua sendiri gak tahu kelemahan anaknya sendiri. Habis itu sikat. Diulang terus metodenya sampe jadi kebiasaan, sehingga suatu saat ketika Anda pergi si anak sudah memiliki kontrol diri. Kalo boleh kasih saran aja nih buat temen-temen gamer yang pengen punya kontrol diri. Mulai lah puasa senin kamis dari sekarang. karena menurut Alm. Uztad Din, "puasa itu dapat menekan hawa nafsu, sehingga diri mudah dikendalikan.". Kalo dilogika gak salah dong ngasih saran gitu. Menurut ku cukup sekian saja. bila ingin menambahkan, betanya, mengoreksi, atau sekedar komplimen silahkan jangan sungkan. Aku malah berterimakasih banget. ;)


Hanif Prasetyo Bhakti Adi Nugroho + 202131760862598
Nama Dosen : Onno W. Purbo
Kampus     : Surya Unversity